Senin, 18 Maret 2013

PAKEM



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah

Salah satu fungsi pembelajaran matematika menurut kurikulum 2004 (Depdiknas, 2003) adalah mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan melalui model matematika yang dapat berupa kalimat dan persamaam matematika, diagram, grafik, atau tabel.
Pada umumnya pelaksanaan proses belajar mengajar masih menggunakan strategi belajar konvensional dengan pendekatan ekspositorik, ceramah dan drill. Tingkat partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika masih rendah.
Pembelajaran matematika di sekolah belum menampilkan pembelajaran yang kreatif, menantang daya nalar dan daya kreasi anak, belum banyak mengaitkan permasalahan nyata di sekitar siswa sebagai jembatan dalam membangkitkan kebutuhan siswa untuk mempelajari substansi materi tertentu, juga sebaliknya materi pembelajaran belum banyak digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan sederhana yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Guru sangat dominan dan begitu gemar menggunakan strategi ceramah. Pembelajaran matematika menjadi membosankan, monoton, menegangkan, dan tidak bermakna.
Untuk mengatasi kesulitan dalam pembelajaran matematika, pendekatan PAKEM dapat merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut di atas, dengan pendekatan PAKEM, belajar dimaknai sebagai proses aktif untuk membangun pemahaman dari informasi dan pengalaman oleh siswa, dengan memperhatikan dan mengembangkan rasa ingin tahu dan imajinasi anak, sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan dengan indikator; perhatian terhadap tugas besar, hasil belajar meningkat, senang belajar, dan belajar seumur hidup. Pembelajaran dalam PAKEM juga menyenangkan sehingga anak tidak takut salah, takut ditertawakan dan takut dianggap sepele. Dengan berlandasan pendekatan PAKEM, metode pembelajaran matematika yang dapat dilaksanakan adalah dengan cara metode laboratorium, metode pemecahan masalah matematika, metode kegiatan lapangan dalam matematika. Semua metode itu dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan proses pembelajaran matematika, dengan berlandasan pada pendekatan PAKEM.

B.    Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu diantaranya :
1.     Apa yang dimaksud dengan Konsep Pembelajaran PAKEM ?
2.     Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM ?
3.     Apa Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran PAKEM ?
4.     Apa Ciri dan Prinsip Pembelajaran PAKEM ?
5.     Bagaimana Penilaian Konsep dan Tujuan Pembelajaran PAKEM ?
6.     Bagaimana pelaksanaan PAKEM dalam pembelajaran Matematika?

C.    Tujuan
1.     Untuk mengetahui  Konsep PAKEM.
2.     Untuk mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM.
3.     Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pembelajaran PAKEM.
4.     Untuk mengetahui ciri dan prinsip pembelajaran PAKEM.
5.     Untuk mengetahui penilaian konsep dan tujuan pembelajaran PAKEM.
6.     Untuk mengetahui penerapan pelaksanaan PAKEM pada pembelajaran Matematika.



D.    Manfaat
Bagi penulis maupun pembaca menjadi tahu bagaimana konsep Pembelajaran PAKEM dan aplikasinya di dalam kegiatan belajar mengajar.



























BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian PAKEM
PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif berarti pembelajaran model ini memungkinkan peserta didik berinteraksi secara aktif dengan lingkungan, memanipulasi obyek-obyek yang ada di dalamnya dan mengamati pengaruh dari manipulasi obyek-obyek tersebut. Dalam hal ini guru pun terlibat secara aktif, baik dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajarannya.
Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif adalah pembelajarannya membangun kreativitas peserta didik dalam berinteraksi dengan lingkungan, bahan ajar, dan sesama peserta didik, utamanya dalam menghadapi tantangan atau tugas-tugas yang harus diselesaikan dalam pembelajaran. Dalam hal ini, guru pun dituntut untuk kreatif dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran model PAKEM ini. Efektif adalah pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Secara garis besar gambaran PAKEM adalah sebagai berikut:
·       Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman yang dilakukannya.
·       Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat belajar siswa.
·       Guru mengatur kelas dengan bahan ajar yang lebih menarik dan guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
·       Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah.

B.    Pelaksanaan PAKEM
Yang harus diperhatikan dalam melaksanakan Pakem
1.     Memahami sifat yang dimiliki anak
Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya berpikir kritis dan kreatif.
Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya, guru mengajukan pertanyaan yang menantang, dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan.
2.     Mengenal anak secara perorangan
Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif, Menyenangkan, dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran.
Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya).
3.     Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar
Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar.
Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Kegiatan seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.
4.     Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah
Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah.
Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa, berapa, kapan”, yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu).
5.     Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain.
Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah.
6.     Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
Lingkungan (fisik, sosial, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar).
Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan, dan membuat gambar atau diagram.
7.     Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar
Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa.
Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan.




8.     Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental
Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM.
Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya.
Gambaran PAKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama pembelajaran. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru.
Langkah-langkah Kegiatan
Pendahuluan:
Pertemuan 1 x 45 Menit
Pendahuluan (10 Menit)
1.     Memeriksa kondisi kelas, kebersihan, keterampilan, disiplin, serta kesiapan peserta didik.
2.     Berdoa, mengabsen, memotivasi.
3.     Menjelaskan materi perbandingan dalam kehidupan sehari-hari.
4.     Guru memberikan penjelasan tentang tujuan pembelajaran.
5.     Guru memberikan penjelasan singkat tentang materi pelajaran.

Kegiatan Inti (30 Menit )
Setelah materi dijelaskan peserta didik dengan rasa ingin tahu mengobservasi materi perbandingan sepeda motor yang telah guru sampaikan, kemudian guru membagi siswa dalam berkelompok. Setiap siswa mendapat masing-masing kelompok kemudian, Guru memberikan tugas untuk menghitung banyaknya sepeda motor dan membandingkan jenis-jenis sepeda motor yang berada dihalaman sekolah. Guru mengarahkan peserta didik dalam berkelompok.
Tugas yang diberikan oleh guru adalah memisahkan semua jenis sepeda motor yang berada dihalaman sekolah. Salah satunya, motor bebek, motor besar, dan motor matic. Setelah siswa mendapatkan hasil dari perbandingan sepeda motor kemudian, siswa dianjurkan untuk mendiskusikan hasil tersebut dengan kelompoknya masing-masing dan membuat grafik dari hasil jumlah sepeda motor yang telah mereka observasi di lembar kerja siswa yang telah diberikan guru kepada siswanya. Kelompok dapat mendiskusikan jawaban yang benar dan guru memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya atau mengetahui jawabannya.
Hasil yang telah didiskusikan dikumpulkan kepada guru dan guru menilai semua hasil kelompok, selain menilai dari lembar kerja siswa guru menilai dari keaktifan, keefektifan, dan kekereaktifan siswa dalam berkelompok dan menjawab tugas mereka. Setelah tugas kelompok dapat diselesaikan oleh siswa guru memanggil salah satu kelompok dan perwakilan kelompok melaporkan hasil kerjasama mereka kepada teman-taman sekelasnya. Dari penjelasan yang akan disampaikan peserta didik menyebutkan semua perbandingan dari ketiga perbandingan sepeda motor tersebut dan menggambarkan grafiknya.
Guru memberi kesempatan dari teman yang lain untuk menanggapi dari pekerjaan kelompok temannya, kemudian guru memanggil kelompok yang lain dan menjelaskan hasil kelompoknya begitu selanjutnya hingga selesai dalam kelompok itu melaporkan hasil kerja sama mereka. Kemudian, Guru memberikan kesimpulan kepada siswa dari hasil diskusi yang baru saja berlangsung. Setelah semua pembelajaran selesai guru memeriksa hasil kelompok dari pekerjaan siswa kemudian memberikan penilaian dan umpan balik yang pasti (menghargai keberhasilan).
Dari hasil diskusi dikelas peserta didik dianjurkan dapat menyimpulkan dari hasil pembelajaran perbandingan yang telah mereka kerjakan, dengan penuh semangat masing-masing kelompok bekerjasama membuat rangkuman mata pelajaran perbandingan. Setelah materi terselesaikan guru memberikan penghargaan kepada murid dengan memberikan angka kepada siswa.
Penutup ( 5 Menit)
1.     Memberi latihan soal pada siswa
2.     Guru memberikan PR kepada peserta didik dengan materi yang telah dijelaskannya.
3.     Kemudian merapihkan kelas untuk menutup pembelajaran.
4.     Berdo’a.

C.    Contoh kegiatan pelaksanaan PAKEM
Kemampuan Guru
Pembelajaran
Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam.
Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misal:
Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri
Gambar
Studi kasus
Nara sumber
Lingkungan
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan.
Siswa:
Melakukan percobaan, pengamatan, atau wawancara
Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri
Menarik kesimpulan
Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri
Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan.
Melalui:
Diskusi
Lebih banyak pertanyaan terbuka
Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri
Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa.
Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)
Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut.
Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan
Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari.
Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri.
Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari
Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus.
Guru memantau kerja siswa
Guru memberikan umpan balik

D.    Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran PAKEM

a.     Kelebihan PAKEM
Adapun kelebihan pembelajaran PAKEM antara lain sebagai berikut:
1.     Pakem merupakan pembelajaran yang mengembangkan kecakapan hidup.
2.     Dalam pakem siswa belajar bekerja sama.
3.     Pakem mendorong siswa menghasilkan karya kreatif.
4.     Pakem mendorong siswa untuk terus maju mencapai sukses.
5.     Pakem menghargai potensi semua siswa.
6.     Program untuk meningkatkan pakem disekolah harus ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya.
b.     Kekurangan PAKEM
Adapun kekurangan pembelajaran PAKEM antara lain sebagai berikut:
1.     Perbedaan individual siswa belum diperhatikan termasuk laki-laki/perempuan, pintar/kurang pintar, social, ekonomi tinggi/rendah.
2.     Pembelajaran belum membelajarkan kecakapan hidup.
3.     Pengelompokan siswa masih dari segi pengaturan tempat duduk, kegiatan yang dilakukan siswa sering kali belum mencerminkan belajar kooperatif yang benar.
4.     Guru belum memperoleh kesempatan menyaksikan pembelajaran pakem yang baik.
5.     Pajangan sering menampilkan hasil kerja siswa yang cenderung seragam.
6.     Pembelajaran masih sering berupa pengisian lembar kerja siswa (LKS) yang sebagian besar pertanyaanya bersifat tertutup.
E.    Ciri dan Prinsip Pembelajaran PAKEM

a.      Ciri-ciri pembelajaran PAKEM yaitu :
a)     Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik.
b)     Mendorong kreativitas peserta didik dan guru.
c)     Pembelajarannya efektif.
d)     Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik.

b.     Prinsip pembelajaran PAKEM yaitu :
    1. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik, mental maupun emosional.
    2.  Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik.
    3. Interaksi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan terjadinya interaksi multi arah.
    4. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan.
F.     Jenis Penilaian Sesuai dengan Pembelajaran PAKEM
1.     Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai.
2.     Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan, tertulis, dan perbuatan. Sementara itu, bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap, ceklis, kuesioner, studi kasus, dan portofolio.
3.     Dalam pembelajaran, dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini dilakukan oleh seorang guru. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan.
Tujuan Penilaian Pembelajaran PAKEM
1.     Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu.
  1. Menentukan kebutuhan pembelajaran.
  2. Membantu dan mendorong siswa.
  3. Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik.
  4. Menentukan strategi pembelajaran.
  5. Akuntabilitas lembaga.
  6. Meningkatkan kualitas pendidikan.

BAB III
KESIMPULAN

1.     Aktif berarti pembelajaran model ini memungkinkan peserta didik berinteraksi secara aktif dengan lingkungan, memanipulasi obyek-obyek yang ada di dalamnya dan mengamati pengaruh dari manipulasi obyek-obyek tersebut.
2.     Kreatif berarti pembelajarannya membangun kreativitas peserta didik dalam berinteraksi dengan lingkungan, bahan ajar, dan sesama peserta didik, utamanya dalam menghadapi tantangan atau tugas-tugas yang harus diselesaikan dalam pembelajaran.
3.     Efektif berarti dengan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik.
4.     Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PAKEM  memang baik diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari karena ditinjau dari segi keefektipan siswa dalam pembelajaran tersebut, adanya saling kerjasama antar siswa mengakibatkan semakin terbiasanya mereka memecahkan masalah secara bersama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar